Categories
Liga Inggris

Troy Deeney Menolak Untuk Berlatih Karena Takut Ancaman Coronavirus

Pada hari Senin lalu, kedua puluh tim …

Troy Deeney Menolak Untuk Berlatih Karena Takut Ancaman Coronavirus

Wartabola.id – Pada hari Senin lalu, kedua puluh tim Premier League telah sepakat untuk kembali berlatih dengan kelompok kecil yang akan dilaksanakan pada hari Selasa ini. Namun, kesepakatan ini tidak disetujui oleh pemain Watford, Troy Deeney.

Menurut kabar dari Sports Mole, dikabarkan bahwa Deeney berencana untuk tinggal di rumah dibanding kembali berlatih.

Dalam wawancara dengan Eddie Hearn dan Tony Bellew melalui acara YouTube mereka, TalkTheTalk, Deeney mengatakan, “Kami berencana akan kembali pada minggu ini, dan saya menolak untuk kembali.”

“Dalam pertemuan Senin lalu, saya menanyakan sebuah pertanyaan mudah. Bagi para pemain berkulit hitam, ras Asia, dan etnisitas campuran, mereka 4 kali lebih berisiko untuk terkena penyakit dan 2 kali berisiko untuk mengalami sakit jangka panjang. Apakah ada pemeriksaan tambahan? Mengenai jantung untuk melihat apakah ada masalah atau tidak?”

“Saya rasa hal tersebut perlu diinformasikan. Saya tidak bisa memotong rambut hingga pertengahan bulan Juli tetapi saya diperbolehkan untuk berada di dalam kotak pinalti yang berisi 9 orang dan menyundul bola? Saya tidak paham bagaimana hal tersebut bekerja.  Tidak ada yang menjawab pertanyaan saya, bukan tidak menjawab karena tidak mau, tetapi melainkan karena mereka tidak memiliki informasi.”

“Saya mengatakan, ‘Jika Anda saja tidak tahu informasinya, mengapa saya harus mengambil risiko?’.”

Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa dirinya khawatir dirinya dapat menyebarkan virus tersebut ketika kembali bermain, mengingat anak laki-lakinya yang berusia 5 bulan mengidap masalah pernapasan.

Dirinya mengatakan, “Saya tidak ingin datang ke rumah dan menyebarkan virus kepada anak saya. Anda harus kembali ke rumah dengan seragam yang kotor. Jika menaruh pakaian kotor saya di tempat yang sama dengan pakaian anak atau istri saya virus tersebut bisa menyebar ke seluruh rumah.”

“Saya telah kehilangan ayah, nenek, dan kakek saya… Saya kurang lebih telah kehilangan orang-orang yang penting bagi hidup saya.  Jadi, hal tersebut lebih penting dibandingkan uang yang akan masuk ke dompet saya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *