Terlalu Banyak Kontroversi, Oezil Kehilangan Dua Sponsor

Oezil memang kerap mengalami banyak kontroversi

[vc_row css=”.vc_custom_1586099651999{background-color: #ffffff !important;}” el_class=”post-row”][vc_column width=”4/6″][vc_row_inner el_class=”post-header”][vc_column_inner][vc_column_text el_class=”post-category”]Liga Inggris[/vc_column_text][vc_text_separator title=”Terlalu Banyak Kontroversi, Oezil Kehilangan Dua Sponsor ” title_align=”separator_align_left” el_class=”post-title”][vc_column_text el_class=”post-date”]04 Juni 2020[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner][vc_column_inner el_class=”post-image-col”][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”full”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text el_class=”post-content”]Wartabola.id – Mesut Oezil belakangan banyak membuat kontroversi ketimbang bermain menawan di lapangan. Imbasnya, ia dikatakan kehilangan dua sponsor penting.

Pertama-tama Oezil tidak lagi disponsori oleh Mercedes Benz sejak 2018. Alasannya karena ia pensiun dari Timnas Jerman.

Oezil dikatakan menjadi kambing hitam karena performa buruk Die Mannschaft di Piala Dunia 2018 dan tersingkir di fase grup. Setelahnya, kariernya cenderung tenggelam meski menjadi pemain Arsenal dengan gaji tertinggi.

Kabarnya juga ia sempat berselisih paham dengan Unai Emery selama menangani Arsenal sehingga jarang dipakai. Sekalinya dimainkan, Oezil malah gagal tampil bagus dan malah terlibat kontroversi di luar lapangan.

Salah satunya karena kedekatannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan  Tidak hanya itu, di akhir tahun lalu secara terbuka Oezil mengkritik pemerintah China yang menindas etis muslim Uighur.

China geram dan melarang semua hal berbau Oezil dinegaranya. Paling terakhir adalah ia menolak pemotongan gaji sebesar 12,4 persen di tengah pandemi virus Corona.

Semua kontroversi itu membuat Adidas memutuskan tidak akan  mensponsori Oezil mulai musim depan. Kebetulan kontraknya dengan Adidas akan berakhir musim panas tahun ini.

Selama tujuh tahun disponsori, Ozeil menerima 22 juta paun atau sekitar Rp 392 miliar. Daily Mail melansir, ada alasan lain mengapa Adidas tidak lanjut kerja sama dengannya.

Perusahaan Jerman itu mengalami penurunan penjualan sampai 40 persen di kuater kedua tahun ini karena krisis Covid-19.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”2/6″][vc_widget_sidebar sidebar_id=”cs-1″][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *