Categories
Liga Spanyol

Samir Nasri Ungkap Kesan Saat Membela Sevilla

Mantan pemain tim nasional sepak bola Perancis …

Samir Nasri Ungkap Kesan Saat Membela Sevilla

Wartabola.id – Menurut pemberitaan dari Daily Mail, mantan pemain tim nasional sepak bola Perancis, Samir Nasri mengungkap kesan-kesan saat dirinya membela klub La Liga, Sevilla di bawah kepelatihan Jorge Sampaoli. Menurutnya, saat itu, dirinya mendapatkan kebebasan yang jarang dirasakan ketika di klub lain asalkan dirinya menampilkan performa gemilang ketika bermain di lapangan.

Pada hari Senin lalu, dalam sebuah wawancara melalui Instagram, dirinya mengatakan, “Saya memiliki hubungan pertemanan dengan Sampaoli. Dia saya anggap teman ketimbang pelatih.”

“Sampaoli sangat menyukai saya sampai mengatakan, ‘Bergabunglah bersama tim kami, Anda bisa minum, pergi ke klub malam, lakukan apapun yang Anda inginkan. Saya akan melindungi Anda. Yang saya minta hanya agar Anda bermain dengan baik di akhir pekan.’”

“Bahkan, di suatu akhir pekan saya tidak dapat bermain dan saya ingin pulang dan menjenguk keluarga saya, dirinya mengatakan akan menjaga rumah saya dan merawat anjing saya.”

Namun, masa-masa damai Nasri di klub tersebut mulai memburuk ketika dirinya harus mendapatkan pengobatan melalui saluran infus (IV) di Los Angeles yang menyebabkan dirinya mendapatkan larangan untuk bermain sepak bola selama 18 bulan karena melanggaran aturan anti-doping.

Mengenai kejadian tersebut, mantan pemain Manchester City tersebut melanjutkan ceritanya, “Apa yang terjadi di Los Angeles menghancurkan musim sepak bola saya.”

“Saya diberikan vitamin yang legal melalui saluran infus dan klinik tersebut memberikan dosis yang lebih banyak dibandingkan dengan ketentuan yang saya miliki. Saya merasa hancur karena saya sempat mengira akan dilarang bermain sepak bola selama 2 tahun.”

“Saya tidak ingin bermain lagi setelah kejadian itu. Saya bahkan menyampaikan ke Sampaoli bahwa saya ingin keluar dari klub tetapi dirinya selalu menginginkan agar saya tetap bermain. Saya merasa hilang arah pada saat itu, saya gelisah dan saya geram atas semua hal. Saya tidak menunjukkan perasaan ini di lapangan tetapi bagi saya saat itu sepak bola telah berakhir.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *