Rashford Ingin Terus Berusaha Hilangkan Kelaparan Anak

Wartabola.id – Pemain sepak bola dengan hati yang mulia. Mungkin ini yang bisa menggambarkan siapa sosok seorang Marcus Rashford. Pemain asal Inggris yang bermain di Manchester United tersebut beberapa waktu belakangan telah dikenal aktif dalam masalah kemanusiaan, terutama dalam bidang kesejahteraan anak.

Salah satu capaian terbesarnya dalam masalah ini adalah mampunya sang pemain untuk membujuk pemerintah Britania Raya untuk tetap memberlakukan kebijakan makanan sekolah gratis kepada anak-anak seantero Britania Raya di tengah pandemi coronavirus ini.

Selain itu, dirinya juga telah membuat gugus tugas bersama merek dagang makanan terkenal di Britania Raya untuk membantu para anak yang tidak mampu mendapatkan makanan dan menghilangkan angka kelaparan pada anak.

Sebagai apresiasi dari perbuatannya tersebut, Rashford mendapatkan gelar MBE, sebuah gelar kehormatan yang di kalangan kerajaan Britania Raya,  dari Ratu Elizabeth II.

Meski demikian, gelar tersebut tidak membuat Rashford berhenti untuk membantu mewujudkan kesejahteraan anak-anak. Dirinya mengaku terkejut akan rendahnya tingkat kesejahteraan para  keluarga di pandemi ini, dan hal itulah yang terus mendorongnya untuk berbuat baik.

Rashford mengatakan, “Setiap hari hal tersebut mengejutkan saya. Sebelumnya saya tidak mengetahui itu sampai saya melihat angkanya dan memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa keluarga yang telah saya bantu serta mendengar bagaimana pandemi ini mempengaruhi kehidupan mereka.”

“Mengejutkan melihat seberapa banyak orang-orang yang menderita dan jumlah orang-orang yang tidak mampu mendapatkan pertolongan.”

“Masih banyak hal yang bisa mengejutkan banyak orang jika mereka mengetahui fakta dari isu ini. Bagi saya, belum cukup banyak orang yang mengetahui fakta ini, melihat saya sebelumnya pernah seperti itu.”

“Bagi saya, saya merasa sedih melihat hal ini masih terjadi, dan tentunya saya sempat berada di posisi itu ketika saya masih muda, dan beberapa keluarga berada dalam kondisi yang lebih parah dari saya. Sehingga saya hanya mampu membayangkan seperti apa rasa yang dirasakan orang tua dan anak-anak yang hanya ingin yang terbaik bagi keduanya, sehingga sulit untuk mengatakan satu hal yang telah dibicarakan orang kepada saya, karena mereka semua sama pentingnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *