Pelatih Udinese Dijatuhi Hukuman Deda Karena Langgar Protokol COVID-19

Wartabola.id – Pandemi COVID-19 masih melanda di berbagai negara di benua Eropa, terutama dengan mulai muncul varian baru dari virus tersebut di Inggris. Negara – negara di benua tersebut tentunya menyadari bahwa ancaman yang mampu disebabkan oleh virus tersebut mampu mengancam keberlangsungan kehidupan bermasyarakan di negara mereka sehingga mereka membuat dan menegakkan protokol-protokol yang berguna untuk menekan laju penyebaran agar tidak menjadi lebih buruk.

Salah satu dari negara tersebut adalah Italia. Di musim lalu, Italia merupakan salah satu negara pertama yang menjadi negara yang terkena penyebaran virus tersebut lebih awal dan merekapun sempat menunda pelaksanaan liga sepak bola dalam berbagai tingkat sebelum kembali dijalankan lagi di bulan Juni.

Kini, untuk mempertahankan kondisi agar tidak semakin memburuk, pemerintah Italia telah menentukan peraturan pembatasan pergerakan orang-orang untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan menggunakan sistem penggolongan daerah dengan warna.

Namun, Forza Italian Football menyebutkan bahwa salah satu tokoh dalam liga Serie A telah melanggar protokol tersebut, yakni pelatih tim Udinese, Luca Gotti. Pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa sang pelatih melanggar protokol tersebut setelah timnya berhasil menang melawan Sassuolo dengan skor 2-0.

Dikutip dari Il Messagero Veneto, Gotti dikabarkan menghadiri acara pesta pribadi bersama 7 orang lainnya di daerah Friuli-Venezia Giulia, daerah yang telah ditetapkan oleh pemerintah Italia sebagai daerah zona oranye, yang berarti tidak boleh ada pelaksanaan perkumpulan seperti pesta yang dilakukan di daerah tersebut.

Pemberitaan tersebut menambahkan bahwa pesta tersebut akhirnya dibubarkan oleh pihak kepolisian setelah salah satu tetangga dari apartemen tempat pesta tersebut terjadi menelopon polisi dan mengeluh akan adanya kebisingan suara.

Akibat dari pelanggaran tersebut, semua orang, termasuk Gotti telah diberikan hukuman denda sebanyak 400 euro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *