Pelatih Atalanta Beri Klarifikasi Terkait Kontroversi Dirinya Ketika Melawan Valencia

pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini mengklarifikasi pernyataan …

[vc_row css=”.vc_custom_1586099651999{background-color: #ffffff !important;}” el_class=”post-row”][vc_column width=”4/6″][vc_row_inner el_class=”post-header”][vc_column_inner][vc_column_text el_class=”post-category”]Liga Italia[/vc_column_text][vc_text_separator title=”Pelatih Atalanta Beri Klarifikasi Terkait Kontroversi Dirinya Ketika Melawan Valencia” title_align=”separator_align_left” el_class=”post-title”][vc_column_text el_class=”post-date”]5 Juni 2020[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner][vc_column_inner el_class=”post-image-col”][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”full”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text el_class=”post-content”]Wartabola.id – Dilansir dari Reuters, pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini mengklarifikasi pernyataan yang dirinya berikan kepada Gazzetta della Sport pada hari Minggu lalu yang seakan menyebutkan dirinya telah terjagkit COVID-19 ketika datang ke Valencia dalam rangka babak 16 besar Champions League.

Dirinya juga memberikan kritik terhadap pihak Valencia yang mengatakan bahwa dengan dirinya mengaku terjangkit COVID-19 dapat mengancam keselamatan orang banyak.

Pada wawancara tersebut, Gasperini mengonfirmasi bahwa dirinya positif terjangkit COVID-19 dari tes antibodi yang dirinya sempat lakukan.

Komentar dari Valencia tersebut berdasar pada fakta bahwa Atalanta merupakan klub asal Bergamo, Italia yang merupakan pusat dari penyebaran virus asal Tiongkok tersebut di Italia.  Pertandingan yang dilaksanakan di Estadio Mestalla tersebut dilakukan tanpa penonton untuk menghindarai penyebaran virus yang lebih parah.

Kepada Sky Italia Kamis lalu, Gasperini mengatakan, “Kontroversi tersebut adalah kontroversi yang menyinggung saya. Saya tetap patuh terhadap protokl yang ada, saya dikarantina seperti yang lainnya. Saya tidak melakukan tes swab tetapi saya melakukan tes antibodi pada bulan Mei dan saya dinyatakan terjangkit virus tersebut.”

“Saya merasakan pegal dan sakit, tetapi saya tidak pernah merasakan keluhan paru-paru dan demam. Ketika saya meninggalkan Bergamo, saya baik-baik saya, saya sempat mengalami masalah pada malam dan esok harinya. Namun, kontroversi tersebut membuat saya merasa tersinggung dan buruk.”[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”2/6″][vc_widget_sidebar sidebar_id=”cs-1″][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *