Categories
Featured Liga Inggris

NUST Berpendapat Mengenai Isu Pelanggaran HAM

NUST Berpendapat Mengenai Isu Pelanggaran HAM

Wartabola.id – Proses akuisisi Newcastle United diwarnai isu mengenai pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh pemerintah Arab Saudi.  Ini memunculkan berbagai pendapat dari NUST (Newcastle United Supporters Trust)

Padahal tinggal sedikit lagi, PCP Captital Partners yang ditopang dana dari Public Invesment Fund (PIF) milik Arab Saudi akan segera mengambil alih kepemilikan Newcastle dari tangan Mike Ashley seharga 300 juta paun.

Di tengah proses ini, penolakan terjadi. Alasannya, pembelian Newcastle disebut hanyalah agenda sportwashing dari Arab Saudi. Terutama Pangerang Mohammed bin Salman yang dituduh terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi.

Para supporter The Magpies tidak hanya diam saja mengenai hal ini. Karena nantinya mereka akan dikatikan dengan Arab Saudi, sama seperti Manchester City yang dikaitkan dengan Uni Emirat Arab.

Pada dasarnya mereka mendukung akuisisi ini. Dikutip dari BBC, survei yang dipublikasikan NUST yang memiliki lebih dari 10 ribu anggota, 96,7 persen di antaranya setuju kepemilikan Newcastle berpindah tangan.

Mereka terlihat muak dengan kepepimpinan Ashley. Namun bukan berarti mereka akan diam saja jika isu terkait pelanggaran HAM yang dilakukan Arab Saudi muncul di permukaan.

“Kami hadir sebagai teman yang bersikap kritis kepada klub dan meminta pertanggung jawaban mereka,” kata Alex Hurst, Ketua NUST.

“Keinginan saya adalah jangan sampai fans menggunakan Newcastle sebagai alasan untuk membenarkan apa yang terjadi di Arab Saudi. Dan akui saja bahwa ada masalah yang harus ditanggani dan mendorong adanya debat yang berfaedah,” ujar Suporter lainnya, Greg Morrison.

“Kami tidak punya hak untuk mengatakan bagaimana seharusnya sebuah negara dijalankan. Tapi semoga kami punya suara mengenai bagaimana klub ini akan dijalankan dan siapapun yang memiliki Newcastle, kami ingin punya pengaruh di sana,” ujar Direktur NUST, Peter Maughan.

“Karena kami punya peran untuk menjaga reputasi kami, nilain yang diyakini, serta komitmen untuk keadilan sosial, Kami tidak punya pilihan soal akuisisi ini, tapi kami punya pilihan bagaimana kami bereaksi,”

Pemilij baru boleh saja memiliki klub, namun mereka tidak bisa membeli pandangankami,” kata anggota NUST yang juga bekerja di Amnesty International, Steve Cockburn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *