Musim Lalu Diuntungkan, Musim Ini Liverpool Malah Sering Dirugikan VAR

Wartabola.id – Julukan LiVARPool untuk Liverpool tidak lagi relevan musim ini. Sebab statistik mencatat, The Reds justru paling sering dirugikan VAR.

Sebutan itu muncul ketika dalam perjalanannnya meraih gelar juara Liga Inggris 2019/2020, Liverpool kerap dibantu oleh VAR dalam beberapa kesempatan.

Banyak penalti yang didapat Liverpool musim lalu karena bantuan VAR atau kalau tidak, gol-gol lawan dianulir. Tapi, ceritanya berbeda musim ini, ketika Liverpool malah jadi tim yang sering dirugikan oleh VAR.

Dicatat ESPN, ada lima keputusan VAR yang merugikan The Reds dalam empat pertandingan berbeda, yakni ketika melawan Everton, Sheffield United, West Ham United, dan Manchester City.

Di laga kontra Everton, gol Jordan Henderson di masa injury time yang membawa Liverpool unggul 3-2 dibatalkan karena Sadio Mane ternyata offside. Selain itu, VAR juga menilai tekel Jordan Pickford yang membuat Virgil van Dijk cedera ligament lutut bukan pelanggaran, karena sebelumnya bek asal Belanda itu terjebak ooffside.

Lalu di laga kontra Sheffield United, Liverpool dihukum penalti ketika Fabinho dianggap melanggar Oliver McBurnie di kotak terlarang. Padahal dalam tayangan VAR, pelanggaran itu terjadi sedikit di luar kotak penalti.

Sementara itu, gol Mohamed Salah pada menit ke-62 juga dianulir wasit karena ia sudah terjebak offside. Liverpool akhirnya menang 2-1 di laga itu.

Di laga kontra West Ham United, gol Diogo Jota yang membuat Liverpool unggul dianulir wasit karena Sadio Mane sempat melakukan pelanggaran kepada Lukas Fabianski. Beruntung gol Jota di lima menit akhir laga disahkan dan membuat Liverpool 2-1.

Terakhir, Liverpool dihukum penalti saat menghadapi Manchester City pekan lalu, ketika VAR menilai Joe Gomez melakukan handball saat menahan crossing Kevin de Bruyne. Untungnya penalti De Bruyne gagal jadi gol.

Liverpool hanya diuntungkan VAR musim ini ketika menghadapi Chelsea di Stamford Bridge. Pada akhir babak pertama, bek Chelsea Andreas Christensen dikartumerah karena menjatuhkan Mane yang dalam posisi on goal.

Setelah Liverpool, Tottenham Hotspur juga paling sial jika bicara VAR karena ada empat keputusan yang menguntungkan lawan atau gol dianulir. Sementara, Manchester United telribat tujuh kali dalam insiden VAR dalam tiga pertandingan. Tapi, hanya menghadapi Brighton, keputusannya mempengaruhi laga, ada penalti lawan dibatalkan dan MU diberikan penalti.

Yang paling diuntungkan adalah Everton karena tiga gol lawan dianulir VAR dan membuat mereka mendapat enam poin, paling banyak di antara tim lain. Itu belum mengikutkan insiden Pickford dan Van Dijk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *