Meski Mengaku Telah Bertindak Bodoh, Neymar Tekankan Rasisme Harus Dihentikan

Wartabola.id – Perselisihan antara pemain Paris Saint Germain, Neymar dengan Alvaro Gonzalez, pemain Olympique de Marseille pada hari Minggu kemarin kini mengalami perkembangan. Menurut gol, sang bintang Brasil tersebut telah mengakui bahwa pada saat itu dirinya bertindak bodoh, tetapi tetap menekankan bahwa rasisme ada dalam sepak bola dan harus dihentikan.

Kasus ini mulai muncul ketika pertandingan Ligue 1 yang bertajuk Le Classique pada hari Minggu malam waktu setempat yang mempertemukan kedua tim. Dalam pertandingan yang dilaksanakan di markas Paris Saint Germain, Parc de Princes tersebut terjadi keributan yang melibatkan pemain-pemain dari kedua tim yang berakhir pada baku hantam.

Di tengah-tengah keributan tersebut, Neymar telah mengatakan bahwa salah satu pemain Marseille, Alvaro Gonzalez telah mengatakan perkataan yang menurutnya berbau rasis, dengan Neymar merupakan salah satu pemain yang dikeluarkan oleh wasit pada saat itu. Pernyataan ini diteruskannya di media sosial Twitter, tetapi Gonzalez menolak tuduhan tersebut.

Daily Mail mengabarkan bahwa dirinya telah mengakui bahwa pada saat itu dirinya telah bertindak bodoh. Dalam post Instagram miliknya, mantan pemain Barcelona tersebut mengatakan, “Kemarin, saya bertindak berang. Saya dihukum karena saya ingin memukul seseorang yang menyinggung saya. Saya berpikir bahwa saya tidak bisa diam saja karena saya sadar yang berwenang tidak akan melakukan apa-apa, tidak mengetahui, atau mengabaikannya.”

“Dalam pertandingan tersebut saya ingin menjawab bahwa seperti biasa saya ingin bermain bola. Tetapi faktanya saya tidak melakukan hal tersebut, saya berang.”

“Dalam olah raga kami, agresi, singgungan, sumpah serapah merupakan bagian dari permainan, bagian dari perselisihan. Anda tidak menunjukkan kasih sayang. Saya mengerti sebagian dari orang ini. Semua merupakan bagian dari permainan, tetapi rasisme adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir dan diterima.”

“Saya berkulit hitam. Anak, cucu, dan cicit dari orang kulit hitam juga. Saya bangga dan saya tidak menganggap saya berbeda dari orang lain. Kemarin saya ingin pihak yang berwenang (wasit, asisten wasit) untuk bertindak tegas dan mengerti bahwa tidak ada tempat untuk perlakuan seperti itu.”

“Mengingat dan melihat apa yang telah terjadi, saya sedih akan perasaan benci yang kita picu dengan waktu yang singkat.”

“Apakah saya harus mengabaikannya? Saya tidak tahu… Hari ini, dengan kepala dingin, saya bilang iya. Tetapi dalam masanya saya dan rekan-rekan menanyakan kepada wasit untuk pertolongan dan kami diabaikan. Itulah intinya!”

“Kita yang bekerja di dunia hiburan perlu introspeksi diri. Sebuah tindakan berujung kepada reaksi yang kita sampaikan. Saya menerima hukuman karena saya seharusnya mengikuti jalan sepak bola yang bersih.”

“Rasisme itu nyata. Nyata. Tetapi kita harus menghentikannya. Tidak lagi, cukup!”

“Orang itu bertindak bodoh. Saya juga bertindak bodoh karena membiarkan diri saya sendiri terlibat dalam hal tersebut. Saya masih memiliki kelebihan bersikap tenang hari ini. Tetapi kita semua butuh berkaca bahwa tidak semua orang kulit hitam maupun putih berada yang berada di kondisi yang sama.”

“Kerugian dari konfrontasi tersebut bisa berdampak bagi kedua belah pihak. Baik putih maupun hitam. Saya tidak ingin dan tidak harus mencampurkan segala urusan.Kita tidak memilih warna kulit. Di bawah Tuhan kita setara.”

“Sekarang… kemarin saya kalah dalam pertandingan dan kehilangan kebijaksanaan saya.. Berada di pusat dari situasi seperti atau membiarkan tindakan rasis terjadi tidak akan menolong.”

“Tetapi menenangkan gerakan antirasisme seperti ini merupakankewajiban kita agar para pihak yang tidak memiliki privilese bisa membela dirinya sendiri.”

“Kita akan bertemu lagi dan saat itu jalannya adalah jalan saya, sepak bola… Tetap damai! Tetap damai!”

“Anda paham yang Anda katakan. Saya paham apa yang telah saya lakukan. Cinta kasih untuk seluruh dunia #noracism #saynotoracism”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *