Mantan Pemain Arsenal Beberkan Penyebab Menurunnya Sang Klub

[vc_row css=”.vc_custom_1586099651999{background-color: #ffffff !important;}” el_class=”post-row”][vc_column width=”4/6″][vc_row_inner el_class=”post-header”][vc_column_inner][vc_column_text el_class=”post-category”]Liga Inggris[/vc_column_text][vc_text_separator title=”Mantan Pemain Arsenal Beberkan Penyebab Menurunnya Sang Klub” title_align=”separator_align_left” el_class=”post-title”][vc_column_text el_class=”post-date”]05  Juni 2020[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner][vc_column_inner el_class=”post-image-col”][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”full”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text el_class=”post-content”]Wartabola.id – Ada satu hal yang dianggap jadi penyebab turunnya pretasi Arsenal. The Gunner dinilai kurang cakap dalam hal jual beli pemain.

Arsenal saat ini masih belum bisa bersaing menembus empat besar Liga Inggris musim ini. Mereka masih bertahan di peringkat kesembilan dengan 40 poin dari 28 laga.

Arsenal juga gagal menembus ke Liga Champions dalam tiga edisi terakhir. Musim 2016/2017 menjadi kali terakhir mereka tampil di kompetisi tertinggi Eropa dan hanya bertahan hingga 16 besar.

Raihan tersebut tentu dapat dibilang kurang memuaskan untuk klub besar sekelas Arsenal. Charlie Nicholas, legenda The Gunners sekaligus pandit Sky Sports menyebut kesalahan mendasar mereka menjadi pangkal jebloknya performa mantan klubnya itu.

Nicholas memandang, Arsenal punya problem besar mengenai kebijakan transfer. Mereka dianggapnya buruk dalam membeli pemain serta selalu gampang menjual pemain-pemain bintang.

“Saya tidak berpikir mereka memiliki masalah identitas. Kenyataanya adalah selama bertahun-tahun, saat masih bersama Arsene Wnger, kami menjual Patrick Vieira, Thierry Henry, dan sebagian besar pemain hebat kami,” kata Nicholas kepada Sky Sports.

“Tidak ada yang salah dengan perubahan, tapi kami menjual mereka terlalu cepat ketika kami belum dapat memanfaatkan mereka secara penuh. Kami membiarkan kontrak Aaron Ramsay dan di umur 28 tahun dia pergi tanpa meninggalkan apa-apa,” sambungnya.

“Kami memiliki masalah dalam mengidentifikasi para pemain setelahnya yang kami lakukan adalah membayar 30 juta paun untuk Shkodran Mustafi dan bek-bek lain yang belum pantas untuk Arsenal,”

“Kami telah salah dalam membeli dan para pemain sadar jika mereka bukan lagi ancaman di Premier League dan Liga Champions.Hierarki Arsenal benar-benar ngawur.”

“Jika Aubameyang pergi, dia bakal menuju klub yang bisa memenangkan trofi dan itu sama dengan dilakukan Robin van Persie. Arsenal tidak ada masalah soal identitas, mereka bermasalah dalam pengambilan keputusan dan itu harus disortir dari level atas,”[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”2/6″][vc_widget_sidebar sidebar_id=”cs-1″][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *