Categories
Liga Perancis

Perselisihan Antara Presiden Marseille dan Lyon Terkait Coronavirus di Ligue 1

Wartabola.id – Mengikuti langkah-langkah dari liga sepak bola lain terkait antisipasi penyebaran coronavirus yang tengah marak menyebar, The Ligue de Football Professionnel (FLP) sebagai badan otoritas sepak bola di Perancis akhir memutuskan untuk menunda pelaksanaan 2 liga tertinggi sepak bola Perancis, Ligue 1 dan Ligue 2 hingga pemberitahuan berikutnya.

Terkait keputusan dari FLP tersebut, 2 presiden dari 2 klub Ligue 1 berbeda memberikan pendapatnya terkait kelangsungan dari musim Ligue 1 yang telah berjalan. Presiden Olympique Lyonnais, Jean Michel Aulas mengatakan bahwa sebaiknya Ligue 1 diberhentikan saja dengan penobatan PSG yang kini memimpin klasemen sementara menjadi juaranya.

Namun, di lain pihak presiden Olympique Marseille, Jacques Henri Eyraud, melalui Le Journal du Dimanche, mengatakan bahwa,”Ketika demamnya sudah membaik, Jean Michel Aulas akan dapat melihat sikap oportunisnya yang berlebihan dan akan kembali mendasarkan diri pada nilai-nilai yang membuatnya sebagai operator sepak bola terhebat.”

“Kami paham betapa terobsesinya Jean Michel Aulas untuk membela Lyon dengan semua yang ia miliki. Tetapi ini sudah keterlaluan. Apakah anda mencintai sepak bola ketika Anda tanpa berkosultasi dengan pihak manapun memutuskan untuk menganulir 28 set pertandingan yang telah dimainkan. 25.200 menit usaha, kesulitan, dan rasa kebahagiaan yang muncul. 25.200 menit momen-momen saling terbagi antara pemain-pemain Ligue 1.”

“Haruskan kita mengabaikan itu semua demi memuaskan keegoisan satu orang yang ingin timnya berada di Champions League? Jadi, karena pemain Lyon miliknya membuat dirinya bisa mendapatkan hadiah terbesar, masih ada satu kartu joker: coronavirus. Hal itu cukup untuk membuat kejuaraan ini menjadi mimpi buruk belaka dan untuk Jean Michel Aulas untuk mengeluarkan vaksin antikalahnya. Ayolah, anggap saja musim ini tidak ada. Mari kita mencuci tangan denagn lotion yang menghancurkan hasil dari olah raga dan menghancurkan realita di lapangan.”

“Ide untuk menggunakan penyakit yang menyebar untuk keuntungan pribadi adalah sangat tidak wajar. Mari kita berdasar pada nilai olah raga, marilah kita menjadi contoh sebagai keluarga sepak bola yang menjunjung tinggi kepentingan umum.”

Tidak mau kalah, Aulas membalas perkataan Eyraud melalui Twitter pada hari Sabtu lalu dengan menulis, “Baguslah untuk dan bagi para pengikutmu yang beranggapan bahwa kebodohan dianggap kurang mematikan dibanding coronavirus. Berkaitan dengan hal apapun, saya berharap dengan sepenuh hati bahwa liga akan berlanjut segera dan kami akan bisa menyelesaikan seperti pertandingan Champions League dan babak cup final kami.”

“Untuk Anda, JH, masa-masa sulit ini hanyalah permulaan.  Sepak bola memang bukanlah keahlian dari JH: setelah menyarankan untuk menambah jumlah skor yang didapatkan tim bila berhasil mencetak gol dari luar kotak pinalti, kerugian 200 juta euro yang harus dia alami selama 3 tahun meski peraturan Financial Fair Play (FFP) mengharuskan kerugian hanya bisa di angka 30 juta euro, sekarang membuat dirinya sendiri dapat terkena tuntutan atas pencemaran nama baik karena memutar perkataan-perkataan saya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *