Lescott ingin Sepak Bola Inggris Adakan Edukasi dan Protokol Mengenai Bahasa

Wartabola.id – Dilansir dari Daily Mail, mantan pemain Manchester City, Joleon Lescott telah meminta pada pihak persepakbolaan Inggris untuk memperkenal bentuk edukasi dan menjalankan protokol yang membahas mengenai bentuk bahasa-bahasa yang tidak dapat digunakan oleh seorang pemain sepak bola.

Permintaan ini diungkapkan oleh mantan bek tengah tersebut setelah muncul pemberitaan mengenai perkataan yang kurang pantas diucapkan oleh pemain anyar Manchester United, Edinson Cavani setelah berhasil comeback melawan Southampton pada akhir minggu lalu.

Dikutip dari FourFourTwo, setelah pertandingan tempat dirinya membuat brace tersebut berakhir, Cavani membalas pesan seseorang dengan sebutan ‘negrito’ yang berarti hitam dalam bahasa Spanyol.

Meski pihak Manchester United telah mengatakan bahwa sebutan itu adalah sebutan akrab Cavani kepada salah satu temannya tanpa ada maksud diskriminasi apapun, pemilihan bahasa tersebut dianggap kurang tepat.

Kasus serupa pernah terjadi di klub rival, Manchester City, yakni ketika Bernardo Silva mengunggah tweet  yang bernada serupa. Akibatnya, pemain asal Portugal tersebut diberi hukuman larangan bermain untuk satu pertandingan dan denda sebesar 50.000 poundsterling.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, Lescott ingin pihak FA memberikan edukasi yang menjelaskan bahwa perkataan seperti itu  tidak diperbolehkan dalam sepak bola Inggris. Lebih lengkap, dirinya mengatakan, “Saya pikir insiden tersebut menggambarkan bahasa yang boleh digunakan dalam budaya dan negara lain dan saya pikir ini adalah kesempatan yang tepat – semua orang berkata tentang kebijakan pendidikan dan protokol terkait rasisme dan ini adalah saat yang tepat.”

“Saya pikir kita harus tidak memperbolehkan para pemain yang datang ke liga Inggris dan menggunakan terminologi diperbolehkan dalam budaya mereka. Di negara ini hal tersebut tidak diperbolehkan.”

“Saya tidak hanya menyinggung Cavani, saya pikir kita telah melihat kasus ini sebelumnya. Saya pikir Bernardo Silva juga sempat terlibat insiden ini.”

“Saya pikir inilah saat yang tepat bagi FA, Premier League, atau siapapun untuk mendidik mereka yang datang mengenai istilah dan hal-hal yang bisa atau tidak bisa dikatakan di negara ini, karena, saya paham ini memudahkan jalan pikir, kita tidak membiarkan pemain asing bersembunyi di balik fakta bahwa mereka mengendarai kendaraan di sisi yang berbeda ketika mereka di negara ini.”

“Mereka harus mematuhi hukum kita dan saya pikir peraturan seperti itu belum tepat untuk saat ini. Saya pikir sebagai badan pengatur mereka harus melihat insiden ini, alih-alih di tingkat individu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *