La Liga Berencana Kurangi Jumlah Dana Gaji untuk Klub

Wartabola.id – Wabah virus COVID-19 telah menyerang berbagai negara-negara di dunia, termasuk di Spanyol sejak Maret tahun lalu, dan hingga kini dampak dari wabah tersebut masih dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Spanyol, termasuk dalam kaitannya dengan dunia olah raga sepak bola.

Bulan Maret tersebut, layaknya berbagai kompetisi sepak bola lain di penjuru Eropa, sepak bola Spanyol sempat terhenti pelaksanaannya sebagai bagian dari usaha pemerintah dan pihak petinggi sepak bola nasional untuk mengurangi risiko penyebaran virus yang makin parah.

Pada akhirnya sekitar bulan Juni tahun lalu persepakbolaan Spanyol kembali dilanjutkan, tetapi dengan syarat yakni para penonton tidak diperbolehkan untuk datang ke stadion menyaksikan pertandingan –pertandingan tersebut, dan hal tersebut masih berlaku di musim 2020-2021 ini.

Akibat dari tidak adanya penonton yang datang ke stadion, para klub pun merugi karena kehilangan salah satu sumber pemasukan besar mereka, dan hal ini juga berimbas kepada pihak La Liga yang juga merugi akibat keputusan tersebut, dan menurut Football Espana, kali ini La Liga berencana untuk mengeluarkan kebijakan baru untuk menyeimbangkan kondisi keuangan yang tengah kritis.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pihak La Liga berencana akan melakukan pengurangan dana gaji klub dalam beberapa minggu ke depan terhadap semua 42 klub yang menjadi anggota.

Alokasi dana yang telah dikeluarkan untuk musim ini berkaca pada harapan bahwa pada bulan Desember tahun 2020 silam penonton mulai memasuki stadion dengan ekspektasi stadion penuh pada bulan Februari 2021, tetapi kedua hal tersebut gagal terwujud karena kondisi wabah COVID-19 yang hingga kini masih melanda Spanyol.

Laporan dari Football Espana tersebut juga didukung oleh laporan dari 2playbook.com yang melaporakan bahwa pihak liga memiliki rencana untuk mengurangi kerugian 700 juta euro dalam bentuk dana yang hingga kini masih ada sebelum akhir musim di bulan Juni mendatang.

Situs tersebut juga menyebutkan bahwa untuk bertahan di dalam kondisi seperti ini, para CEO klub sepak bola memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji para pegawainya, meski sempat ragu untuk dilakukan karena dianggap dapat mengancam performa tim utama di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *