Komentar Le Graet Terkait Laga Le Classique

Wartabola.id – Menurut pemberitaan dari Goal, dikabarkan bahwa presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Noel Le Graet telah memberikan pandangannya terkait tuduhan rasisme yang terjadi dalam pertandingan yang mempertemukan 2 klub besar Ligue 1, Paris Saint Germain dengan Olympique de Marseille pada hari Minggu lalu.

Pada pertandingan yang berlangsung di Parc de Princes tersebut, pemain Paris Saint Germain,  Neymar terlihat oleh Video Assistant Referee (VAR) memukul kepala Alvaro Gonzalez, pemain Marseille seraya mengatakan bahwa sang bek telah mengucapkan kata-kata berbau rasis seperti menyebut pemain asal Brazil tersebut sebagai seekor ‘monyet’. Setelah pertandingan terakhir, Neymar juga melanjutkan tuduhan tersebut di media sosial.

Di platform yang sama, Gonzalez langsung menolak tuduhan tersebut seraya menyebutkan bahwa dirinya tidak mendukung sama sekali tindakan-tindakan rasis di sepak bola serta menyebutkan abhwa Neymar seharusnya menerima kekalahan tersebut dengan hormat.

Namun pada akhirnya pemain asal Brazil tersebut meminta maaf atas reaksi yang berlebihan terhadap pemain asal Spanyol tersebut tetapi tetap menekankan bahwa rasisme masih tumbuh subur di dalam dunia sepak bola dan harus dibasmi.

Terkait insiden tersebut, Le Graet telah mengatakan kepada BFM Business dengan menyatakan bahwa insiden tuduhan rasis tersebut di besar-besarkan dan memberi contoh ketika seorang pemain kulit hitam mencetak gol, para fans langsung bersorak sorai memuja pemain tersebut.

Dirinya mengatakan, “Ketika seorang pemain kulit hitam mencetak gol, seluruh stadium menjadi riuh. Fenomena rasisme dalam olah raga, terutama dalam sepak bola, tidak ada sama sekali ataupun hanya sedikit yang nyata.”

Le Graet juga memberikan komentarnya terkait pertandingan bertajuk Le Classique tersebut, dengan mengatakan bahwa dirinya kecewa atas insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut yang membaut 5 pemain dikeluarkan oleh wasit, serta mengatakan bahwa pemain-pemain pada saat itu tidak mampu menahan emosinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *