FIFA Resmi Mengambil Alih VAR Dari Tangan IFAB

FIFA telah mengambil alih penggunaan atau operasional VAR. Wakil Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom telah menyampaikan keputusan itu kepada 211 anggota asosiasi.

Sebelumnya, VAR dipegang oleh International Football Assocciation Board (IFAB) atau badan yang menentukan aturan dalam sepakbola. Mereka bekerja sama dengan FIFA dalam pengembangan dan implementasi VAR di semua kompetisi termasuk teknologi, pelatihan dan pendidikan wasit.

“Kami bangga VAR telah menjadi keberhasilan universal dengan penerapan sister VAR sekarang yang lengakp akan hadir di lebih dari 100 kompetisi secara global,” ungkap Gratsform dikuti dari Media Indonesia.

“Setelah periode peluncuran yang sukses di mana FIFA bekerja bersama IFAB, kami ingin menyampaikan semua kegiatan terkait VAR akan dipindahkan ke FIFA.”

FIFA dikatakan akan tetap bekerja sama dengan IFAB untuk mengembangkan protokol VAR, aturan, pertandingan dan persyaratan bagi sebuah kompetisi yang ingin menggunakan VAR.

Dilansir dari Skysports, keputusan ini dipandang sebagai perampasan lahan oleh FIFA. Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina mengaku frustasi dengan penggunaan VAR yang tidak konsisten di sejumlah kompetisi.

Kepala pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wnger juga mengkritik tidak adanya monitor di pinggir lapangan yang digunakan oleh wasit utama. Dengan diambil alih oleh FIFA, hak sepakbola Inggris terhadap penggunaan VAR juga dipertanyakan.

Selama ini keputusan penggunaan VAR di liga primer dengan tidak menyediakan layar di pinggir lapangan juga tidak lepas dari tangan David Elleray, Direktur Teknik IFAB. Ia juga merupakan mantan wasit Liga Inggris.

Sky Sports mengatakan pertanyaan tersebut akan dilontarkan para wasit di liga premier. Namun akan terlalu dini jika langsung melihat dampak dari keputusan FIFa mengambil alih pengoperasian VAR ini.

Hal tersebut terlihat dari beberapa staf IFAB yang ditransfer ke FIFA secara permanen untuk terus mendukung pelaksanaan VAR. Sehingga, unsur IFAB tidak sepenuhnya hilang dalam penggunaan VAR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *