FA Sebut Belum Jalin Kontak Dengan UEFA Terkait Pelaksanaan Euro 2020

Wartabola.id – Menurut pemberitaan dari Daily Star, dikabarkan bahwa pihak asosiasi sepak bola Inggris (FA) belum menjalin kontak dengan pihak UEFA sebagai penyelenggara Euro 2020 yang direncanakan akan dilaksanakan pada akhir musim 2020-2021 setelah ditunda selama kurang lebih satu tahun.

Pada awal tahun 2020 silam, pandemi virus COVID-19 menyerang berbagai negara di dunia dan di benua Eropa tidak sedikit negara yang harus merasakan dampak dari penyebaran virus tersebut terhadap industri sepak bola di negara mereka masing-masing.

Di Inggris sendiri, persepakbolaan Inggris di berbagai tingkat sempat ditunda pelaksanaannya dari bulan Maret hingga bulan Juni silam untuk mencegah penyebaran virus tersebut agar tidak menjadi lebih parah sebelumnya akhirnya dilanjutkan kembali dengan jadwal yang sangat padat, dengan syarat tidak boleh memasukkan penonton ke dalam stadion.

Beberapa bulan lalu, pemerintah Inggris sempat memperbolehkan penonton untuk mendatangi stadion, tetapi dengan model sistem tingkatan/tier yang membagi stadion mana saja yang boleh didatangi penonton sebanyak 4.000 orang, 2.000 orang, atau tidak sama sekali, meski pada akhirnya sistem tersebut dikaji kembali karena penyebaran virus yang kembali merebak dan munculnya varian baru dari virus tersebut yang membuatnya mudah menyebar antara penduduk.

Dengan kondisi tersebut, apabila kondisi tersebut tidak kunjung berubah jelang pelaksanaan Euro, tampak Inggris sedikit ragu akan kesediaan mereka menjadi salah satu dari 12 negara yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan kompetisi antarnegara di Eropa 4 tahunan tersebut.

Sementara itu, dari pihak UEFA sendiri tengah mengalami polemik terkait pelaksanaan kompetisi besar yang sudah pernah ditunda tersebut, terutama mengingat kondisi penyebaran virus di benua Eropa yang masih tergolong tinggi.

Di satu sisi, pihak UEFA melalui sang presiden, Alexander Ceferin menyebutkan bahwa pihaknya tidak mampu menunda pelakanaan Euro lebih lama akibat risiko keuangan besar yang bisa saja terjadi, sementara itu pilihan yang lainnya adalah tetap melaksanakan kompetisi tersebut tetapi dengan bentuk yang berbeda.

Terkait penonton, skenario terbaik yang dilakukan adalah penetapan 30 persen dari kapasitas stadium yang diperbolehkan untuk diisi, tetapi masih bergantung kepada skema vaksinasi COVID-19 yang akan dilakukan, sementara skenario terburuk adalah menjalani kompetisi tersebut di satu tempat saja, dengan bubble yang aman dan terkonsentrasi seperti apa yang telah dilakukan oleh Champions League musim lalu yang hanya dilaksanakan di Portugal tanpa ada pertandingan home-away.

Meski FA mengatakan bahwa pihaknya telah didukung oleh pemerintah Inggris untuk menjadi tuan rumah satu-satunya, pihaknya mengabarkan bahwa UEFA belum menghubungi mereka untuk membahas hal tersebut setidaknya hingga bulan Maret mendatang yang berakibat mereka belum bisa mengambil tindakan yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *