Cedric Bakambu Tidak Kecewa Gagal ke Barcelona

pemain klub liga Tiongkok Bejing Guoan, Cedric Bakambu …

[vc_row css=”.vc_custom_1586099651999{background-color: #ffffff !important;}” el_class=”post-row”][vc_column width=”4/6″][vc_row_inner el_class=”post-header”][vc_column_inner][vc_column_text el_class=”post-category”]International[/vc_column_text][vc_text_separator title=”Cedric Bakambu Tidak Kecewa Gagal ke Barcelona” title_align=”separator_align_left” el_class=”post-title”][vc_column_text el_class=”post-date”]10 Juni 2020[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner][vc_column_inner el_class=”post-image-col”][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”full”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text el_class=”post-content”]Wartabola.id – Dikutip dari Goal, pemain klub liga Tiongkok Bejing Guoan, Cedric Bakambu menceritakan pengalamannya ketika dirinya gagal untuk menjadi pemain klub raksasa La Liga, Barcelona pada jeda transfer pemain bulan Januari.

Pada saat itu, Barcelona tengah didera krisis penyerang, dengan Luis Suarez dan Ousmane Dembele harus menepi karena cedera. Bakambu dikabarkan sempat menjadi kandidat pengisi kekosongan tersebut tetapi tidak terjadi kesepakatan diantara Bakumbu dan Barca, dengan Martin Braithwaite dari Leganes terpilih untuk mengisi posisi tersebut.

Meski apa yang telah terjadi, mantan pemain Villareal tersebut mengaku tersanjung klub sebesar Barca sempat tertarik kepadanya. Kepada RFI, dirinya mengatakan, “Tentang FC Barcelona yang ingin membeli saya pada jeda transfer terakhir, saya tidak kecewa.”

“Bermain di Barca akan menjadi bonus yang bagus. Saya tidak menyangkanya, tawaran itu datang di jam-jam akhir jeda transfer dan saya memiliki jalur lain yang lebih pasti, tetapi hal itu terjadi.”

“Selain itu, dengan Barca yang tertarik kepada saya, hal tersebut membuat saya tersanjung dan memotivasi saya untuk ke depannya, karena saya memiliki pemikiran untuk kembali ke Eropa.”

Dirinya belum bermain di Chinese Super League karena liga tersebut tengah dihentikan karena wabah coronavirus yang berasal dari Wuhan, salah satu daerah di negara berjuluk Tirai Bambu tersebut. Pemain asal Kongo tersebut kini berada di negaranya karena Tiongkok menutup perbatasan keluar-masuk ke negara tersebut.

Meski belum pasti akan bermain kembali, dirinya tidak sabar untuk kembali bermain di lapangan hijau. “China telah menutup perbatasannya untuk saat ini. Saya tidak bisa kembali ke Beijing, kini saya menunggu berita.”, lanjutnya.

“Tetapi saya ingin kembali bermain. Sudah lama waktu berlalu sejak Desember. Saya telah mempersiapkan diri. Saya ingin ikut berkompetisi. Saya adalah olahragawan tingkat tinggi. Saya rindu bermain sepak bola, dan klub saya masih di luar sana.”[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”2/6″][vc_widget_sidebar sidebar_id=”cs-1″][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *