Bergaji Besar, Neymar Kok Masih Terima Bansos?

Neymar adalah mega bintang sepakbola Brasil

[vc_row css=”.vc_custom_1586099651999{background-color: #ffffff !important;}” el_class=”post-row”][vc_column width=”4/6″][vc_row_inner el_class=”post-header”][vc_column_inner][vc_column_text el_class=”post-category”]Liga Prancis[/vc_column_text][vc_text_separator title=”Bergaji Besar, Neymar Kok Masih Terima Bansos?” title_align=”separator_align_left” el_class=”post-title”][vc_column_text el_class=”post-date”]08 Juni 2020[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner][vc_column_inner el_class=”post-image-col”][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”full”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text el_class=”post-content”]Wartabola.id –Neymar dikatakan menerima bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah Brasil. Padahal gajinya di PSG sudah besar, tapi kenapa masih menerima bansos?

Seperti yang diketahui, Brazil juga menjadi salah satu negara yang terkena pandemi virus Corona. Banyak lapangan kerja yang mati dan perekonomian menukik tajam.

Pemerintah Brasil tidak tinggal diam dan bahkan mengeluarkan Bansos disalurkan untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat. Jumlah 600 Real Brasil atau setara Rp 1,7 juta dibagikan ke per identitas penduduk.

Bantuan sosial ini seharusnya ditujukan untuk membantu orang-orang Brasil yang bekerja di sektor informal. Dimana pekerjaannya serta pendapatannya hilang dengan adanya kebijakan untuk tetap di rumah saja.

Tapi pendataan orang-orang yang menerima Bansos ternyata tidak akurat. Mengutip Yahoo, Neymar yang merupakan megabintang sepakbola Brasil malah mendapatkannya.

Kantor verita AFP telah meminta konfirmasi terkait kejadian ini kepada pihak Neymar. Namun, tidak ada jawaban apapun yang disampaikan.

Sedangkan dari sumber UOL, pihak Neymar dikatakan sudah memberikan pernyataan terkait bantuan sosial tersebut. “Sudah jelas kami tidak pernah mengajukan permohonan untuk bantuan ini dan tidak tahu siapa yang melakukannya,” tulis pernyataanya.

Neymar pun seharusnya tidak memerlukan Bansos tersebut dengan gajinya yang setahun mencapai 36 juta Euro atau setara Rp 543 M.[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”2/6″][vc_widget_sidebar sidebar_id=”cs-1″][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *