Apa Yang Membuat Akusisi Newcastle United Menjadi Sulit?

Proses pembelian Newcastle United oleh konsorsium Arab Saudi belum juga rampung. Premier League menilai proses akuisisinya cukup menyulitkan.

Newcastle ditawar Public Investmend Fund, konsorsium Arab Saudi yang dipimpin Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dana 300 juta paun sudah disiapkan pihak Arab Saudi.

Berkas-berkas proses akusisi itu sudah disodorkan ke Premier League, selaku otoritas liga yang diikuti Newcastle. Setelah 13 pekan atau dua bulan lebih, belum juga disetujui hingga saat ini.

Klubpun mengaku mulai terganggu karena akusisi itu yang tidak kunjung rampung. Pada Selasa(30/06) waktu setempat, bos Premier League menjelaskan kepada Departemen Kebudayaan dan Olahraga Inggris bahwa ada masalah yang cukup sulit.

Pihak Arab Saudi ditentang oleh pemegang hak siar Liga Inggris karena dugaan pembajakan hak siar.Pengacara Premier League sudah menuntut Arab Saudi dalam tiga tahun terakhir namun tuntutannya selalu dibatalkan.

“Saya menghargai ketidakpastian. Saya tidak bisa berkomentar terkait waktu spesifik dalam proses akusisi apapun. Dalam proses akusisi yang sempurna, hal itu dilakukan dengan bersih, jelas dan tepat waktu. Namun kadang hal menjadi rumit,” kata Masters dilansir dari Mirror.

“Ini adalah proses yang sepenuhnya rahasia yang melibatkan semua jenis tes dan penerapan uji pemilik dan direktur. Kami selalu mengatakan prosesnya bersifat rahasia dan ketika proses itu berlarut-larut, ada persyaratan untuk meninformasikan. Ini hal yang jarang terjadi.”

“Sulit untuk terus berdialog dengan fans mengenai proses yang sedianya bersifat rahasia. Sulit untuk mengomentari sesuatu yang rahasia. Kami tidak bisa komentar berbagai hal dan saya tidak dapat berbicara tentang hal spesifik. Ada persyaratan hukum yang harus dipatuhi. Itu sulit tapi ini adalah proses yang sepenuhnya rahasia,”

Banyaknya pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Arab dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Premier League itu sendiri. Mereka juga ditentang berbagai pihak karena citra negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *